Skip navigation

Category Archives: revitalisasi

PLAZA

AMPHITEATER

KANTOR PENGELOLA

POTENSI KAWASAN WISATA SURANADI

A. Potensi Sumber Air Suci

Dari sisi kosakatanya, Suranadi berasal dari kata sura yang berarti dewa, dan nadi memiliki arti sungai. Konon, Suranadi juga mengandung arti kahyangan dalam kamus bahasa Jawa Kuno. Berdasarkan legenda Suranadi tumbuh menjadi satu kawasan bermukim sejak kedatangan seorang Bangsa India penyebar agama Hindu: Dang Hyang Nilarta abad ke XIII/XIV untuk mengunjungi Pulau Jawa, Bali dan Lombok dengan berjalan kaki sambil membawa tongkat sakti. Sesampainya di Lombok beliau diiringi rombongannya yang setia.  Sampai di Lingsar beliau dan rombongan istirahat, setelah merasa segar perjalanan diteruskan masuk Suranadi. Saat itu Suranadi masih berupa hutan lebat dipenuhi satwa liar. Melihat kondisi hutan yang masih asri dan sejuk, rombongan istirahat. Dalam istirahat tersebut Beliau menancapkan tongkatnya ke tanah di dalam lima tempat yang berlainan. Ketika togkat dicabut seketika itu pula air menyembur sehingga tempat tersebut menjadi mata air dan sampai kini menjadi tempat masyarakat mengambil air keperluan upacara keagamaan Hindu.

Read More »

Advertisements

POTENSI HISTORIS
Berdasarkan kisah lisa yang beredar di kalangan masyarakat Panjalu, Situ Lengkong terbentuk sebagai bagian dari proses pengislaman yang dirintis Prabu Borosngora, anak kedua dari Prabu Sanghyang Tjakradewa.

Read More »