Skip navigation

Category Archives: interior

underwareDi kota Dijon, sekitar 3 jam ke arah Selatan Paris Perancis. Kami diantar oleh rekan kami yang sedang kuliah di kota itu ke sebuah restoran yang menjaja makanan khas Spanyol: Nasi paela, sejenis nasi kuning yang dicampur dengan beragam makanan laut: udang, cumi, kerang dan bekicot laut. Bagi kami, lidah Indonesia, makanan itu sangat Asia, kaya rempah, gurih dan lezat.

Read More »

Advertisements

penandaDua puluh menit keluar dari tol Cileunyi Bandung arah Tasikmalaya. Seusai menuruni jalan terjal menikung Nagreg. Kami putuskan berhenti untuk makan siang dan sholat dhuhur di tempat yang tak kami rencanakan sebelumnya. Di sebelah kiri jalan sebuah tengara berupa sclupture stroberi yang menjulang setinggi bangunan rumah makan khas Sunda menuntun minat kami untuk istirahat sejenak. Sclupture itu memesona kami untuk sekadar memenuhi rasa ingin tahu apa kaitan stroberi dengan rumah makan itu. Dugaan kami semula pasti semua makanan yang dijajakan diolah dengan bahan dasar buah stoberi. Atau didalamnya terdapat hamparan kebun stroberi dan di tengahnya pengunjung bisa makan sambil menikmati keindahannya atau boleh juga memetik dan langsung mencicipinya.

Pelajaran pertama bagi arsitek dan pengelola rumah makan: Betapa rasa keingintahuan telah mengalahkan rasa lapar yang sesungguhnya. Maka buatlah petanda yang unik dan tematik. Biarkan orang penasaran dan tergoda. Bukan melalui rasa tapi melalui penglihatannya.

Read More »