Skip navigation

Category Archives: arsitektur

PLAZA

AMPHITEATER

KANTOR PENGELOLA

POTENSI KAWASAN WISATA SURANADI

A. Potensi Sumber Air Suci

Dari sisi kosakatanya, Suranadi berasal dari kata sura yang berarti dewa, dan nadi memiliki arti sungai. Konon, Suranadi juga mengandung arti kahyangan dalam kamus bahasa Jawa Kuno. Berdasarkan legenda Suranadi tumbuh menjadi satu kawasan bermukim sejak kedatangan seorang Bangsa India penyebar agama Hindu: Dang Hyang Nilarta abad ke XIII/XIV untuk mengunjungi Pulau Jawa, Bali dan Lombok dengan berjalan kaki sambil membawa tongkat sakti. Sesampainya di Lombok beliau diiringi rombongannya yang setia.  Sampai di Lingsar beliau dan rombongan istirahat, setelah merasa segar perjalanan diteruskan masuk Suranadi. Saat itu Suranadi masih berupa hutan lebat dipenuhi satwa liar. Melihat kondisi hutan yang masih asri dan sejuk, rombongan istirahat. Dalam istirahat tersebut Beliau menancapkan tongkatnya ke tanah di dalam lima tempat yang berlainan. Ketika togkat dicabut seketika itu pula air menyembur sehingga tempat tersebut menjadi mata air dan sampai kini menjadi tempat masyarakat mengambil air keperluan upacara keagamaan Hindu.

Read More »

Rumah ini adalah pengembangan dari rumah yang sudah ada. Luas tanah 140 m2. Sebelumnya satu lantai. Ditingkatkan menjadi 2 lantai. Lantai 1 terdiri dari: garasi unuk 2 mobil. 1 Ruang tamu. 1 ruang keluarga. 1 dapur. 1 ruang makan. 1 ruang tidur utama dengan kamar mandi dalam dan 1 ruang tidur tamu. Terdapat taman dalam kecil dan kolam ikan. Lantai 2 terdiri dari 2 ruang tidur dan 1 ruang tidur pembantu. 1 Ruang belajar dan perpustakaan. Terdapat balkon depan 6 m2 dan tempat jemur 12 m2. Bangunan menghadap ke arah Selatan.

Bapak Umar, Dokter Ahli Bedah. Istri satu dan 3 anak. Rumah dirancang di atas lahan seluas 200 m2. Dua lantai. Lantai 1 terdiri dari 1 Garasi untuk 2 mobil, 2 ruang tidur, 1 ruang  tamu, 1 ruang keluarga, dapur dan ruang makan. 1 kamar pembantu dan kolam ikan seluas 12 m2. Lantai 2 terdiri dari 1 ruang tidur utama. 3 ruang tidur anak. 1 ruang belajar dan perpustakaan. 1 ruang kerja. Lantai 3 untuk tempat jemur dan olahraga.

Rumah ini dirancang di atas lahan 110m2. Di Cimanggis Depok. Dua lantai. Lantai 1 terdiri dari: 1 ruang tidur Utama. 1 Dapur. 1 KM. 1 Ruang tamu. 1 Ruang Keluarga. Lantai 2 : 2 ruang tidur. 1 ruang belajar. 1 ruang kerja. Terdapat taman dalam seluas 6 m2.

Rumah ini dirancang di atas lahan seluas 200 m2. Terletak di jalan ke arah Dermaga Bogor. Orientasi bangunan menghadap Selatan. Belakang kebun. Samping kiri dan kanan toko. Terdapat 1 ruang tidur utama dan 3 ruang tidur anak. 1 ruang tamu. 1 dapur. 1 kamar makan. 1 ruang keluarga. 1 perpustakaan. 4 kamar mandi. Garasi untuk 2 mobil. 1 kamar pembantu. 1 taman dalam. 1 teras depan dan samping. bagian depan ada kolam dan gazebo.

Rumah hakikatnya bukan sekadar bangunan fisik berupa dinding, lantai dan atap serta seluruh perniknya. Rumah adalah ruang kehidupan, suasana dan medium aktifvitas keseharian yang berlangsung terus menerus sepanjang ia masih ada. Maka rumah bisa menjadi bahasa yang dapat dibaca sebagai hirarki, eksistensi, watak dan seluruh isi nilai dan pandangan penghuninya.

Rumah H.Syakranie adalah rumah kenangan bagi keluarga dan keturunannya. H.Syakranie adalah seorang perantau dari tanah Bugis Sulawesi. Tidak ada satupun dari keturunannya yang tahu pasti kapan H.Syakranie mulai menetap di Madura. Dan tak ada satupun juga keluarganya yang tahu kapan rumah itu mulai dibangun. Sudah 5 generasi rumah itu memberikan manfaatnya. Dan selama itu pula ia meletakkan dirinya sebagai atribut eksistensial bagi keluarga dan keturunannya. Ia memberi kebanggaan sejarah perjuangan dan keberhasilan Syakranie sebagai seorang saudagar dan tokoh masyarakat yang disegani. Karena memang tidak banyak orang yang mampu membangun rumah semacam itu di lingkungannya.

Maka rekonstruksi Rumah tinggal ini bukan lagi untuk misi fungsional semata. Tapi juga sebuah upaya untuk menyatakan diri sebagai tonggak keberhasilan keluarga. Ia menjadi simbol, ikonik dan semiotika arsitektural.. Rumah telah menjadi kata-kata…